Trio Penolak Zakat

Sobih AW Adnan    •    14 Juni 2018 05:08 WIB
kisah ramadan
Trio Penolak Zakat
ILUSTRASI: Pixabay

Jakarta: Waktu yang ditentukan untuk mengeluarkan zakat telah tiba. Rasululllah Muhammad saw. memerintahkan Umar ibn Khattab untuk menarik dan mengumpulkan zakat dari orang-orang berpunya.

"Pergilah. Kumpulkan zakat dari orang-orang muslim," pinta Nabi.

Umar yang taat langsung melaksanakan perintah. Ia berkeliling dari satu rumah ke rumah berikutnya.

"Bayarlah zakat kalian," kata Umar ketika tiba di pintu satu rumah.

Lantaran zakat masih terbilang perintah baru, nyaris setiap orang balik bertanya, "Siapa yang mengutusmu?"

Dengan sabar, Umar menjawabi, "Yang menyuruhku mendatangi kalian adalah Rasulullah Muhammad saw. Harta zakat, sesungguhnya untuk dibagikan kepada fakir miskin dan orang-orang yang berhak lainnya."

Mendengar nama Nabi, orang-orang pun dengan sigap menunaikan kewajibannya. Hingga tiba di rumah Abbas ibn Abdul Muthalib, Umar juga mendapatkan pertanyaan serupa.

"Siapa yang menyuruhmu, wahai Umar?" tanya Abbas.

"Rasulullah," jawab Umar.

Anehnya, Abbas tak seperti yang lain. Ia justru berkata, "Saya tidak akan membayarnya."

Meski tak sepenuhnya dimengerti, Umar memutuskan untuk langsung bergeser ke tujuan berikutnya. Ialah ke rumah Khalid ibn Walid, sang ahli strategi perang.

Namun ternyata, Khalid pun menjawab ajakan Umar itu dengan keengganannya menunaikan zakat. Begitu pula kala bertemu Ibnu Jamil, di saat sahabat berjuluk Al Faruq itu berkata, "Bayarlah zakatmu," Ibnu Jamil menjawab, "Saya tak akan membayar atas amanat yang dititipkan kepadamu itu."

Umar bertanya-tanya tentang tiga sahabat Nabi yang berani menyatakan keengganannya untuk membayar zakat. Ia kembali ke Rasulullah, dan melaporkan dengan runut apa yang dialaminya.

"Seluruh kaum muslimin membayar zakat. Kecuali tiga orang, ya Rasul," kata Umar kepada Nabi.

"Siapakah  mereka?" tanya Rasulullah.

"Abbas, Khalid ibn Walid, dan Ibnu Jamil," jawab Umar.


Rasulullah saw. bersabda, "Wahai Umar, tidakkah engkau tahu bahwa Abbas adalah pamanku? Akulah yang akan membayar zakatnya untuk dua tahun. Zakatnya menjadi kewajibanku untuk membayarnya, sebab aku telah meminjam uang darinya sesuai kurun kewajiban zakat yang ditanggungnya."


Nabi melanjutkan, "Adapun Khalid, kalian telah berbuat zalim kepadanya. Dia telah mewakafkan seluruh perbekalan dan perlengkapan miliknya di jalan Allah. Semua telah tergadai dan menjadi wakaf di jalan Allah. Apakah dalam harta wakaf terdapat kewajiban membayar zakat? Wahai Umar, mengapa engkau meminta zakat darinya padahal dia telah mewakafkannya?"

Beda lagi dengan Ibnu Jamil, Nabi bersabda, "Adapun Ibnu Jamil, tidak pantas dia menolak membayar zakat. Dulu dia adalah orang yang fakir lalu Allah membuatnya berkecukupan."

Sumber: Disarikan dari hadis Muslim [1634], Bukhari [375], dan Abu Dawud [1382] serta keterangan dalam Hadyu al Sari Muqaddimah Fath al Bari karangan Ahmad Ibn ‘Ali Ibn Hajar Al Asqalani.


(SBH)