Menjaga Subuh dan Pesan Nabi Tentang Kematian

Sobih AW Adnan    •    23 Juni 2016 04:52 WIB
kisah ramadan
Menjaga Subuh dan Pesan Nabi Tentang Kematian
Ilustrasi/Pixabay

Metrotvnews.com, Jakarta: Sekali waktu Rasulullah Muhammad SAW menempuh perjalanan panjang bersama para sahabat. Malam telah larut, sementara rasa lelah tengah merasuk ke masing-masing badan.

"Ya Rasulullah, sebaiknya kita beristirahat jelang pagi ini," tawar salah seorang dari rombongan.

Nabi menimbang sejenak, lalu menjawab,  “Aku khawatir kalian tidur nyenyak sehingga melewatkan salat subuh.”

“Saya yang akan bertugas membangunkan rombongan," sahut Bilal ibn Rabah.

Mendengar kesiapan Bilal, Nabi dan para sahabat beristirahat. Sedangkan Bilal hanya menyandarkan punggungnya di seekor hewan tunggangan.

Malam terus bergulir tenang,  tanpa disadari Bilal pun tumbang saat rasa kantuk benar-benar menyerang. Hingga tanpa terasa tepian busur matahari mulai muncul, lalu kepada sahabat bersuara merdu itu Nabi bersabda, "Wahai Bilal, manakah bukti ucapanmu?"

Bilal tergugah, lantas menjawab, "Saya tidak pernah tidur sepulas malam ini.”

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah mengambil nyawamu kapanpun Dia mau dan mengembalikannya kapanpun Dia mau. Wahai Bilal, bangunlah dan kumandangkan azan.”

Nabi lekas mengambil wudu, setelah matahari agak meninggi dan sedikit bersinar putih, Rasulullah berdiri untuk melaksanakan salat. 

Sumber: Disarikan dari Hadits Nomor 595/ Sahih Bukhari.


(SBH)