Kesedihan Abdurrahman Jelang Berbuka Puasa

Sobih AW Adnan    •    08 Juni 2017 15:50 WIB
kisah ramadan
Kesedihan Abdurrahman Jelang Berbuka Puasa
Ilustrasi: Pixabay

Metrotvnews.com, Jakarta: Jelang waktu berbuka puasa tiba, Abdurrahman ibn Auf dilanda kegundahan luar biasa. Sembari menyiapkan makanan, ia berkata:

"Mush'ab ibn Umair telah terbunuh padahal dia lebih baik dari padaku. Dia dikafani dengan selimut yang apabila ditutupkan pada kepalanya, maka terlihatlah kedua kakinya, dan apabila ditutupkan pada kedua kakinya, maka akan terlihat kepalanya. Hamzah pun telah terbunuh, padahal ia lebih baik dari pada aku. Tidak ada kafan baginya selain selimut."

Abdurrahman juga berkata, "Dunia diberikan kepada kami sedemikian rupa. Aku khawatir, pahala kami disegerakan di kehidupan dunia."

Sahabat Nabi Muhammad SAW yang masuk dalam daftar delapan pemeluk Islam pertama itu menangis tersedu-sedu. Ia amat takut, kenikmatan dunia akan mengurangi pahala dan ketakwaannya.

Saking sedihnya, seru azan Magrib ia lewati dengan kepedihan yang kian mendalam. Hidangan berbuka puasa pun, urung dimakan.

Sumber: Disarikan dari Sahih Bukhari (4045) dan kisah dari Uddatush Shabirin karangan Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah.


(SBH)