Subuh yang Kesiangan dan Pesan Nabi tentang Kematian

Sobih AW Adnan    •    21 Mei 2018 04:11 WIB
kisah ramadan
Subuh yang Kesiangan dan Pesan Nabi tentang Kematian
ILUSTRASI: Pixabay

Jakarta: Sekali waktu Rasulullah Muhammad saw. menempuh perjalanan panjang bersama para sahabat. Malam telah larut, sementara rasa lelah tengah merasuk ke masing-masing badan.

"Ya Rasulullah, sebaiknya kita beristirahat jelang pagi ini," tawar salah seorang dari rombongan.

Nabi menimbang sejenak, lalu menjawab,  "Aku khawatir kalian tidur nyenyak sehingga melewatkan salat subuh."

"Saya yang akan bertugas membangunkan rombongan," ucap Bilal ibn Rabah.

Mendengar kesiapan Bilal, Nabi dan para sahabat beristirahat. Sedangkan Bilal hanya menyandarkan punggungnya di seekor hewan tunggangan.

Malam terus bergulir tenang, tanpa disadari Bilal pun tumbang kala rasa kantuk benar-benar menyerang. Hingga tanpa terasa tepian busur matahari mulai muncul, lalu kepada sahabat bersuara merdu itu Nabi bersabda, "Wahai Bilal, manakah bukti ucapanmu?"

Bilal tergugah, "Saya tidak pernah tidur sepulas malam ini.”

Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah mengambil nyawamu kapan pun Dia mau, dan mengembalikannya kapan pun Dia mau."

"Wahai Bilal, bangunlah dan kumandangkan azan," seru Rasul.

Nabi lekas mengambil wudu. Meski matahari sudah agak meninggi dan sedikit bersinar putih, Rasulullah tetap berdiri untuk melaksanakan salat.

Sumber: Disarikan dari Hadis Nomor 595/ Sahih Bukhari


(SBH)