Berkah Membawa Nabi Pulang

Sobih AW Adnan    •    11 Juni 2018 03:55 WIB
kisah ramadan
Berkah Membawa Nabi Pulang
ILUSTRASI: Bayi/Pixabay

Jakarta: Halimah binti Abi Dzuaib Al Sa'diyah termenung. Rasa lelah begitu tergambar di pelupuk matanya. Ia, nyaris putus asa.

Siang telah berganti malam. Kawan-kawan seprofesinya pun sudah bergerak pulang ke kampung halaman. Terkecuali Halimah, para perempuan pemberi jasa persusuan itu girang lantaran sudah bisa memboyong bayi dan mendapatkan bayaran.

Kala itu, masyhur dalam tradisi masyarakat Arab, para ibu yang berpunya menyerahkan bayinya untuk disusui dengan akad sewa.

"Aku tidak akan pulang, sebelum bisa membawa bayi susuan," gumam Halimah.

Bukan tanpa sebab Halimah tak dilirik orang. Tubuhnya yang kurus, dianggap para ibu tak akan menghasilkan air susu yang banyak. Hingga kemudian ia mendengar kabar tentang bayi laki-laki dari seorang ibu bernama Siti Aminah. Bayi yatim, yang biasanya tak menghasilkan bayaran lazim.

"Tak apa bayi yatim. Aku akan membawanya pulang," ucap Halimah, penuh harap.

Halimah pun mendatangi Aminah. Ia mengatakan bersedia menyusui bayi bernama Muhammad itu penuh kasih sayang. Siti Aminah mengizinkan, Halimah langsung menggendongnya dengan lembut dan sarat kasih sayang.

Suami Halimah yang turut menemani, tersenyum. Ia bilang, "Susuilah, semoga Tuhan melimpahkan berkah."

Benar saja. Air susu Halimah yang sebelumnya setengah kering menjadi berlimpah. Tak cuma itu, unta tunggangan yang tadinya lemah menjadi segar dan kuat melaju. Bahkan, mampu mengantarkan keduanya ke rumah lebih cepat dibanding para penjaja susu yang menempuh perjalanan sedari siang.

Sesampainya di rumah, kegembiraan Halimah kian membuncah. Ternaknya yang kurus mendadak gemuk dan berkembang biak berlipat jumlah. Bayi suci, membawa berkah.


Sumber: Disarikan dari salah satu kisah dalam Al Bidayah Wa An Nihayah karangan Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi, Imaduddin Abu Al-Fida Al-Hafizh Al-Muhaddits Asy-Syafi'i (Ibn Katsir).


(SBH)