OTT Korupsi di Zaman Nabi

Sobih AW Adnan    •    05 Juni 2018 03:20 WIB
ott kpk
OTT Korupsi di Zaman Nabi
ILUSTRASI: Pixabay

Jakarta: Rasulullah Muhammad saw. baru saja memenangi pertempuran Khaibar. Di antara pasukan muslim yang gugur di medan perang, ada satu jenazah yang Nabi sendiri enggan mensalati.

"Salatkanlah saudara kalian ini!" perintah Rasulullah, kepada jemaah.

Beberapa sahabat merasa heran. Mereka melihat jelas isyarat kekecewaan yang tampak di wajah Nabi. Tak lama, Rasulullah bersabda;

"Sungguh! Saudara kalian ini telah menggelapkan harta rampasan perang di jalan Allah swt."

Mendengar keterangan Nabi, beberapa sahabat dengan sigap mengecek harta yang dibawanya. Dan benar saja, tim pemeriksa menemukan kharazan, semacam perhiasan manik-manik khas Yahudi, meski harganya tidak melampaui dua dirham.

Baca: Cara Nabi Mempermalukan Koruptor dan Penerima Gratifikasi

Peristiwa semacam itu pernah pula menimpa seorang budak bernama Mi'dam alias Kirkirah. Sekali waktu, Rasulullah memerintah pria asal Bani Asyja‘ itu membawakan sejumlah ghanimah, atau harta hasil rampasan perang.

Siapa menyangka, kala melintasi wilayah Wadil Qura, Kirkirah terkena bidikan nyasar sebuah anak panah. Lehernya terus mengucurkan darah hingga tak tertolong dan meninggal dunia.

Yang cukup mengejutkan, Rasulullah menampilkan wajah tak suka ketika beberapa sahabat hendak mendoakan jenazah. Nabi bersabda;

"Tidak! Demi Allah, yang diriku berada di tangan-Nya. Sesungguhnya mantel hasil rampasan perang saat penaklukan Khaibar yang ia ambil dan belum dibagikannya; akan menyulut api neraka, lalu membakarnya."

Ketika para sahabat mendengar pernyataan Rasulullah, datang seseorang yang tampak ketakutan. Ia menyerahkan seutas tali sepatu yang pernah diambilnya dengan cara serupa.

Demi menegur sahabat tersebut, Nabi bersabda; "Seutas tali sepatu sekali pun tetap akan menjadi api neraka."

Sumber: Disarikan dari hadis yang diriwayatkan Abu Dawud dalam Sunan Abi Dawud Jus 1 Kitab Al Jihad Bab Fi Ta‘sim Al Ghulul, dan hadis riwayat Al Bukhari Nomor 6329 dalam Sahih Al Bukhari.


(SBH)