Kemurahan Nabi Soal Puasa

Sobih AW Adnan    •    19 Mei 2018 03:59 WIB
kisah ramadan
Kemurahan Nabi Soal Puasa
ILUSTRASI: Pixabay

Jakarta: Nabi Muhammad saw. tak menyukai hal-hal berlebihan. Termasuk, dalam melaksanakan ibadah yang jatuhnya amat memberatkan.

Sekali waktu, Rasulullah mendengar kabar ihwal sahabatnya yang bertekad puasa sepanjang hayat. Ialah Abdullah ibn Amr ibn Ash, yang pernah berucap, "Aku akan bangun malam dan berpuasa di waktu siang, selama masih hidup."

"Apa benar kau yang mengucapkan itu, wahai sahabatku?" tanya Rasul kepada Abdullah.

"Benar, wahai Rasulullah."

"Sungguh, engkau tidak boleh melakukannya. Berpuasalah dan berbukalah, tidurlah dan bangunlah. Berpuasalah tiga hari dalam satu bulan, maka engkau akan diberi pahala sepuluh kali lipat. Persis seperti puasa di sepanjang tahun," pesan Nabi.

Mendengar keterangan Rasul, Abdullah merasa belum cukup, "Sungguh, aku mampu melakukan lebih dari itu, wahai Rasul."

"Berpuasalah satu hari, dan berbukalah dua hari," kata Nabi.

"Ya Nabi, aku mampu melakukan lebih dari itu," jawab Abdullah kembali.

Rasulullah pun bersabda, "Berpuasalah satu hari dan berbukalah satu hari. Itulah puasa Dawud, puasa paling adil."

Dengan penuh kasih sayang, Rasul juga bersabda, "Jika kau bersikeras melakukannya, maka matamu akan cekung, dan jiwamu letih."

Dalam riwayat lain, ketika seorang sahabat menanyakan apakah ada kewajiban puasa selain Ramadan, Rasulullah menjawab, "Tidak, kecuali jika engkau mau melakukan yang sunah."

Sumber: Disarikan dari Sahih Bukhari, Bab Qaulallahi Ta'ala: "Ataina Dawuda Zabura" (3236).


(SBH)