Cerita Rasul Tentang Kemuliaan Memberi Maaf

Sobih AW Adnan    •    26 Juni 2016 03:40 WIB
kisah ramadan
Cerita Rasul Tentang Kemuliaan Memberi Maaf
Ilustrasi/Kaskus

Metrotvnews.com, Jakarta: Rasulullah Muhammad SAW tampak gembira. Dijumpai Umar ibn Khattab, senyum Nabi begitu mengembang. 

"Ada apa gerangan, wahai Rasulullah?" tanya Umar.

Nabi menjawab pertanyaan Al-Faruq dengan menceritakan bahwa ia telah melihat dua orang dari umatnya mendatangi Allah SWT. Dua orang itu adalah mereka yang saling berseteru ketika di dunia. 

Di hadapan Allah, kata Nabi, satu orang dari mereka berucap, "Ya Rabi, hukumlah orang ini yang telah mengambil hak dan menganiayaku di dunia." Lalu Allah memerintahkan si zalim agar mengembalikan haknya.

Mendengar hal itu, si zalim menjawab, "Ya Rabi, aku tidak lagi memiliki simpanan perbuatan baik yang bisa menggantikan haknya."

Lalu Allah menanyakannya kepada orang pertama, "Dia sudah tidak memiliki sisa-sisa perbuatan baik untuk menggantimu, lalu apa yang kau harapkan darinya?" 

Dia pun menjawab, "Ya Rabi, pindahkan kepadanya dosa-dosaku, agar dia yang memikulnya."

Sampai pada batas cerita ini, tiba-tiba Rasulullah mengucurkan air mata. Kepada Umar, Nabi bersabda, "Hari itu adalah hari-hari yang maha dahsyat. Hari yang menjadikan setiap orang berusaha untuk melepaskan diri dari dosa-dosa yang dipikulnya."

Umar mengangguk, Nabi pun melanjutkan ceritanya. 

"Wahai orang yang teraniaya, angkat pandanganmu dan lihatlah surga-surga yang tersedia," perintah Allah kepada orang pertama.

Orang itu berkata, "Ya Rabi, saya lihat negeri-negeri yang terbuat dari perak dan istana-istana dari emas yang terhias indah dengan mutiara berkilauan. Apakah semua itu Engkau persiapkan untuk Nabi dan RasulMu, orang-orang yang jujur dan dapat dipercaya, atau untuk orang-orang yang gugur di jalanMu?"

"Bukan," Allah menjawabi. Kemudian Allah SWT menjelaskan, "Semua itu Aku siapkan bagi siapa saja yang sanggup membelinya."

"Siapakah mereka, Ya Rabi?" tanya orang itu kembali.

Allah SWT menjawab, "Kau juga mampu memilikinya."

Saat orang tersebut menanyakan tentang cara meraihnya, Allah pun menjanjikan, "Dengan cara memaafkan saudaramu itu."

"Kalau begitu, aku maafkan dia, ya Rabi," jawab orang itu dengan sigap.

Lalu Allah SWT memberikan perintah, "Ambillah tangan saudaramu itu dan masuklah kalian ke dalam surga yang Kujanjikan."

Setelah kisah itu tuntas diceritakan, Nabi Muhammad bersabda, "Bertakwalah kamu kepada Allah SWT dan berbuat baiklah dalam hubungan antarsesama. Sungguh Allah akan mendamaikan antara orang-orang yang beriman kelak pada hari kiamat."



Sumber: Disarikan dari hadits yang diriwayatkan Abu Al-Ya’la Al-Maushiliy dalam Tafsir Ibnu Katsir 


(SBH)