Bubur Harisa, Takjil Gratis Khas Keluarga Islam Bayasut

Ahmad Rofahan    •    13 Juni 2016 08:24 WIB
tradisi ramadan
Bubur Harisa, Takjil Gratis Khas Keluarga Islam Bayasut
Bubur harisa khas keluarga Islam Bayasut di Cirebon. (Foto: MTVN/Ahmad Rofahan)

Metrotvnews.com, Cirebon: Rumah bergaya arsitektur kuno seluas sekitar 3000 meter persegi di Jalan Pekarungan Kota Cirebon, menjadi salah satu tempat yang kerap dikunjungi masyarakat sekitar saat Ramadan. Pasalnya, sang pemilik rumah yaitu Muhammad bin Islam Bayasut (65) memiliki menu khas yang dibuat khusus saat Ramadan, yaitu Bubur Harisa.

Bubur harisa terbuat dari beras dengan campuran santan, rempah-rempah, dan daging kambing. Pembuatan bubur harisa sudah turun temurun di keluarga Bayasut.

Tradisi ini berawal dari kakek Bayasut yang merupakan salah satu saudagar kaya keturunan Arab bernama Syekh Muhammad Islam Bayasut. Dia membangun Masjid Asy-Syafii, tak jauh dari rumahnya. 

Masjid Asy-Syafii sering disinggahi musafir untuk beristirahat lantaran lokasinya yang berdekatan dengan Stasiun Cirebon Prujakan.

“Berawal dari situlah, kakek saya sering melihat para musafir istirahat di masjid. Karena tidak mau melihat musafir tersebut kelaparan, kakek saya akhirnya membuat bubur harisa dan mengajak mereka makan bersama,” ujar Bayasut di Cirebon, Minggu (12/06/2016).

Tradisi ini terus dipertahankan hingga sekarang. Bahkan, Islam Bayasut meninggalkan tabungan khusus, yang hanya boleh digunakan untuk perbaikan Masji As-Syafii dan pembuatan bubur harisa. Biaya pembuatan bubur harisa setiap Ramadan pun menggunakan dana dari tabungan milik kakeknya,

“Dulu ayah saya yang membuat, sekarang saya meneruskan tradisi ini,” ujar Bayasut.

Untuk membuat bubur harisa, setiap harinya Bayasut menyiapkan beras 10 kg, 10 butir kelapa untuk santan, 5 kg daging kambing dan sejumlah rempah-rempah. Pembuatannya hanya membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam saja.

Seperti biasa, Bayasut membawa hasil olahan bubur harisa tersebut ke Masjid Asy-Syafii yang tidak begitu jauh dari rumahnya. Untuk menemani kudapan tersebut, Bayasut membawa serta kopi jahe dan kurma. Selain untuk dibawa ke Masjid, Bayasut juga membagikan bubur haris tersebut kepada para tetangganya.

“Buburnya dibawa ke Masjid dan juga dibagikan kepada warga yang datang langsung ke rumah,” ujar Bayasut.


(MEL)