Berkah Melimpah Pengusaha Dodol saat Ramadan

Whisnu Mardiansyah    •    09 Juni 2017 20:28 WIB
makanan khas ramadan
Berkah Melimpah Pengusaha Dodol saat Ramadan
Chairunnisa, adalah generasi ketiga, yang melanjutkan usaha penganan Dodol Harum Hajjah Rokiah, yang sudah dirintis puluhan tahun. Foto: Metrotvnews.com/Whisnu Mardiansyah

Metrotvnews.com, Jakarta: Penganan dodol tak asing bagi sebagian masyarakat Betawi. Olahan ketan yang legit, manis, dan lengket itu Wajib dihidangkan jelang waktu berbuka. Cemilan ini juga jadi khas Lebaran bagi budaya masyarakat Betawi.

Bila Anda rindu penganan yang mulai sulit ditemukan di Jakarta itu, mampirlah ke Jalan Haji Usman, Beji, Depok. Dodol Harum Haji Rokiah salah satu produk dodol Depok yang melegenda. Chairunnisa adalah generasi ketiga yang meneruskan usaha dodol itu.

Secara olahan, kata Chairunnisa, tidak ada banyak perbedaan antara dodol Depok dengan dodol Betawi. Pasalnya secara kultur, masyarakat Depok memiliki adat istiadat dengan kebanyakan budaya Betawi, termasuk sajian penganan, salah satunya dodol.

"Enggak banyak bedanya. Cuma dodol Hajjah Rokiah masih mempertahankan olahan dan bahan baku tradisional," kata Chairunnisa kepada metrotvnews.com, di Jalan Haji Usman, Beji, Depok, Jumat 9 Juni 2017.


Dodol Harum Hajjah Rokiah. Foto: Metrotvnews.com/Whisnu Mardiansyah

Secara segi bisnis usaha dodol Depok masih dianggap sebelah mata. Dari itu, tidak banyak pengrajin yang menekuni usaha ini untuk diproduksi massal. Sekalipun diproduksi, hanya untuk acara budaya dan pernikahan.

Lain dengan Chairunnisa, brand dan mempertahankan cita rasa salah satu resepnya. Dodol Harum Hajjah Rokiah adalah satu-satunya pengrajin dodol Depok yang sudah memiliki hak merek dan brand di kalangan masyarakat Depok.

Soal omset, hari-hari biasa usaha dodol Depoknya bisa meraup hingga Rp6-7 juta. Itu pun dalam seminggu hanya ada proses produksi selama dua hari. Bulan Ramadan dan jelang lebaran, produksi digenjot setiap hari saking banyaknya pemesanan.

Omset pun berkali-kali lipat. Dalam dua pekan awal Ramadan, sekira satu ton dodol telah diproduksi. Omset pun diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

"Rp50-60 juta bisa dapat selama Ramadan," kata Chairunnisa.


Penganan Dodol Harum Hajjah Rokiah, asli Beji, Depok. Usaha yang sudah berjalan puluhan tahun ini dilanjutkan oleh generasi ketiga, yaitu, Chairunnisa. Foto: Metrotvnews.com/Whisnu Mardiansyah

Untuk dodol ukuran 1 kg dijual dengan harga Rp65 ribu rupiah. Ada pula kemasan 500 gram dan dodol yang dikemas bungkus-bungkus kecil. Soal kualitas, Chairunisa menjamin dodolnya mampu bertahan lama hingga dua bulan disimpan dalam suhu normal.

"Ada juga yang disimpan di kulkas biar keras. Tergantung selera ada yang suka lembek dan ada yang suka keras," katanya.

Soal pemasaran, Chairunisa tak lagi mengalami kesulitan. Banyak pengunjung yang sengaja datang ke rumahnya untuk membeli langsung dodol olahannya. Ia pun merambah ke jual beli online. Pasalnya, banyak pelanggannya juga yang berasal dari luar kota.

"Mungkin dari mulut ke mulut jadi terkenal. Banyak yang mesen lewat online," jelas Chairunnisa.


(MBM)