Siar Jafar Sodik, Gapura Candi, dan Pantangan Sapi

Rhobi Shani    •    25 Juni 2016 16:29 WIB
ramadan 2016
Siar Jafar Sodik, Gapura Candi, dan Pantangan Sapi
?Masjid Menara Kudus, Jawa Tengah. Foto: Metrotvnews.com/Rhobi

Metrotvnews.com, Kudus: Dari sekian banyak masjid peninggalan Wali Sanga, ada salah satu masjid yang sangat kental dengan nuansa Hindu, yakni Masjid Al Aqsa di Desa Kauman Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Masjid yang dibangun pada abad ke-15 ini merupakan masjid yang didirikan Jafar Sodik atau yang lebih dikenal dengan sebutan Sunan Kudus.    

Terdapat tiga bangunan gapura menyerupai candi di bagian depan masjid. Satu gapura berukuran cukup besar berada di depan halaman masjid dengan tinggi 18 meter. Sementara, dua gapura lainnya berada di serambi dan di dalam ruang masjid. 

Bangunan gapura masjid menyerupai candi merupakan bentuk akulturasi budaya Hindu dan Islam yang dipilih Jafar Sodik untuk menyiarkan agama Islam di tanah Jawa. Mengingat pada masa itu, agama Hindu menjadi agama mayoritas. 

Bentuk akulturasi dua budaya yang lain ialah saat masyarakat Kudus tidak menyembelih sapi. Dalam kepercayaan Hindu, sapi merupakan hewan suci kendaraan para dewa, sehingga pantang untuk disembelih. 

Hal tersebut hingga kini dibuktikan dengan sajian makanan, di mana penggunaan daging lebih banyak menggunakan daging kerbau. Misalnya, sate kerbau maupun soto kerbau. 

Selain Masjid Al Aqsa di Kelurahan Kauman, masih banyak lagi peninggalan Jafar Sodik yang tersebar di berbagai tempat di wilayah Kudus. Hampir semuanya mencirikan perpaduan agama Hindu dengan Islam yang terjadi pada masa itu. 

Saat Ramadan seperti sekarang, Masjid Al Aqsa menjadi jujugan wisatawan. Ada yang datang sekeadar singgah menunaikan kewajiban salat, ada pula yang sengaja datang untuk mempertebal keimanan di bulan Ramadan dengan memperbanyak ibadah di masjid Menara Kudus. 

Nur Said, warga Mlonggo Kabupaten Jepara, pemudik dari Jakarta, sengaja singgah sebelum pulang kampung untuk mengenang sejarah.

“Kemarin perjalanan pulang kampung dari Jakarta, sengaja berhenti di Masjid Demak untuk salat Zuhur kemudian salat Ashar di Masjid Menara. Sampai rumah pas Magrib,” ujar Said.


(UWA)