Alquran dalam Keindahan Batik Solo

Pythag Kurniati    •    09 Juni 2017 17:25 WIB
ramadan 2017
Alquran dalam Keindahan Batik Solo
Di Kota Solo, Jawa Tengah warga membatik dengan tema ayat suci Alquran/Metrotvnews.com/Pythag Kurniati

Metrotvnews.com, Solo: Ratusan tahun lalu, Sunan Kalijaga menyebarkan Islam di Jawa melalui media tradisi dan budaya. Nilai-nilai Islam membaur dengan kearifan setempat. Sebut saja, semisal gamelan, wayang, hingga tembang.

Cara itu, kiranya tetap diadopsi hingga kini meski dengan media yang sedikit berbeda. Di Kota Solo, Jawa Tengah warga membatik dengan tema ayat suci Alquran. Inovasi ini, dianggap sebagai salah satu langkah dalam menyiarkan Islam.

Pantauan Metrotvnews.com, puluhan orang duduk sembari memegang canting di sisi utara Masjid Agung Kota Solo. Mereka terdiri dari para pembatik tulis, santri, serta pemuda Islam Kauman.

Tak lama, canting digoreskan pada lembaran kain. Raut wajah serius ditunjukkan saat ujung canting menyentuh media berukuran 80x100 sentimeter itu.


Remaja sedang membatik dengan pola ayat suci Alquran/Metrotvnews.com/Pythag Kurniati

Pencetus ide batik Alquran, Heru Joko Waluyanto menerangkan, mayoritas masyarakat masih memahami tradisi batik cuma sebagai piranti fashion. Padahal, di dalamnya terdapat makna dan filosofi yang luhur.

"Dalam bahasa Jawa, bahkan batik disebut wohing pangolahing budi, hasil dari budi pekerti," kata Heru.

Batik dan Alquran, kata dia, saling berkorelasi. Membatik dengan teknik canting bisa mengolah kepekaan rasa, melatih kesabaran hingga membentuk karakter. 

"Sedangkan Alquran diturunkan untuk membentuk akhlakul karimah," urai Heru.

Ditambah, sejarah kampung-kampung batik di Kota Solo lekat dengan lingkungan pondok pesantren dan santri. 

Di sisi lain, Heru menganggap pekerjaan membatik dengan ayat suci bisa dijadikan sarana untuk kembali membudayakan seni tulis-menulis Alquran. "Kebanyakan orang hafal surat-surat dalam Alquran, namun mereka tidak bisa jika diminta menulisnya," kata dia.

Ketua Paguyuban Masyarakat Kampung Batik Kauman Gunawan Setiawan mengatakan, rutinitas membatik Alquran dikerjakan setiap hari Jumat selama Ramadan. Mulai dari membuat pola pada pekan pertama, membatik di pekan kedua, dan finishing di pekan ketiga.


Batik Solo berpola ayat suci AlquranMetrotvnews.com/Pythag Kurniati

Lebih butuh ketelitian

Sebanyak 10 surat dalam Juz Amma dituangkan di atas kain. Membatik Alquran tentu saja tak sama dengan membatik pola-pola pada umumnya. Ada aturan-aturan yang harus dipenuhi oleh para pembatik.

"Lebih sulit pastinya. Lebih butuh kehati-hatian bila dibanding membatik biasa," kata Gunawan.

Pengurus Bidang Perpustakaan dan Remaja Masjid Agung Solo Mochammad Rochmad menerangkan, proses pengecekan Alquran dalam keindahan seni batik melibatkan pihak-pihak ahli. 

"Ini ayat suci, jadi harus sesuai penulisannya. Kami bekerjasama dengan Pondok Pesantren wa Ta'limil Quran untuk pengecekan," papar dia.

Batik Alquran yang telah jadi akan dipajang di komplek Masjid Agung Solo. "Sebagai salah satu ciri khas bagi masjid besar di Solo ini," ujar Rochmad.


(SBH)