Pesta Baratan Sambut Ramadan

Rhobi Shani    •    22 Mei 2016 10:26 WIB
menyambut ramadan
Pesta Baratan Sambut Ramadan
?Pawai Pesta Baratan menyambut datangnya bulan suci Ramadan oleh waraga Kalinyamatan, Jepara, Jawa Tengah, pada Jumat malam, 20 Mei 2016. Foto-foto: Metrotvnews.com/Rhobi Shani

Metrotvnews.com, Jepara: Usai salat Isya, ratusan warga Desa Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, memadati masjid desa setempat. Sementara, warga lainnya antusias menanti di sepanjang jalan yang dilalui iring-iringan Ratu Kalinyamat beserta pasukannya. Puluhan remaja putri membawa lampion, makana ketan, dan gender yang ditaburi serondeng.
 
Iring-iringan Ratu Kalinyamat beserta pasukannya merupakan rangkaian acara Pesta Baratan. Acara yang rutin digelar setiap tahun pada tanggal 15 bulan Syaban, penanggalan hijriah, untuk menyambut datangnya Ramadan.
 
Bupati Jepara Ahmad Marzuqi menyampaikan acara ini sudah berlangsung sejak lama. Hanya saja dulu hanya dilakukan anak-anak berjalan mengelilingi kampung dengan membawa lampion.
 
“Sekarang karena sudah kami masukkan dalam agenda pariwisata, maka kemasannya diubah agar bisa dinikmati masyarakat,” ujar Marzuqi, Jumat malam (20/5/2016).


Remaja putri antusias mengikuti pesta baratan
 
Selain berjalan mengelilingi kampung dengan membawa lampion, dahulu kala, dua pekan jelang Ramadan warga menggelar doa bersama di setiap musala atau masjid. Kemudian dilanjutkan makan ketan dan gender bersama.
 
“Doa dan makan ketan gender masih ada. Secara umum kebiasaan masyarakat dulu masih dipertahankan, hanya saja ditambah dengan kemasan pentas seni dan pawai Ratu Kalinyamat beserta pasukannya,” papar Marzuqi.
 
Istilah Baratan berasal dari bahasa Arab, yaitu Baroatan. Kata tersebut berarti 'lembaran'. Artinya, pada tanggal 15 Syaban merupakan pergantian lembaran catatan amal perbuatan manusia menjelang Ramadan.
 
“Lembaran itu habis untuk mencatat amal yang lama diganti dengan yang baru. Ramadan harus diisi dengan berbagai amalan, atau sering sebutan malam nisfu syaban,” kata Marzuqi. 
(UWA)