Bakpia Jadi Oleh-oleh Populer Wisatawan di Yogya

Ahmad Mustaqim    •    28 Juni 2017 10:59 WIB
idul fitri
Bakpia Jadi Oleh-oleh Populer Wisatawan di Yogya
Toko Bakpia Pathok 25 di kawasan Malioboro. (MTVN-Ahmad Mustaqim)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Libur lebaran Idulfitri 2017 menjadi berkah bagi pedagang di Kawasan Wisata Malioboro Yogyakarta. Pedagang oleh-oleh, seperti makanan dan pakaian mengalami peningkatan penjualan. 

Salah satu pedagang yang mengalami peningkatan penjualam omzet yakni Bakpia Pathok 25. Toko Bakpia Pathok 25 yang berada di kawasan Malioboro ini mulai ramai didatangi pemudik maupun wisatawan. 

Nurmiati, staf penjualan Bakpia Pathok 25, mengatakan, peningkatan penjualan bakpia sudah terasa. Jika di hari biasa terjual 100-150 kotak, pada hari libur lebaran ini penjualan mencapai 250 hingga 300 kotak bakpia. "Kayaknya penjualan bisa terus ramai sampai akhir pekan nanti," ujar Nurmiati pada Rabu, 28 Juni 2017. 

Menurut dia, permintaan bakpia sudah mulai meningkat sejak sepekan menjelang hari raya Idulfitri. Hingga nanti masa libur lebaran usai. Nurmiati menaksir permintaan bakpia terus mengalami lonjakan.

Manajemen Bakpia Pathok 25 pun menambah tenaga untuk mengakomodasi peningkatnya permintaan. Jika hari biasa kegiatan produksi bakpia dikerjakan 25 orang, saat ini dikerjakan hingga 40 orang.

Tak hanya bakpia, oleh-oleh seperti angkleng hingga madu mongso juga menjadi pilihan lain wisatawan. Meskipun, bakpia masih menjadi pilihan kebanyakan wisatawan. "Bakpia masih jadi oleh-oleh yang populer," ungkapnya. 

Usman, seorang wisatawan, mengaku tiap mudik ke kediaman orang tuanya di Bantul selalu menyempatkan membeli oleh-oleh bakpia. Bakpia, kata dia, selalu ia jadikan oleh-oleh saat balik ke Jakarta. 

Selain bakpia, pedagangan baju batik dan kaos di Malioboro juga mengalami peningkatan omzet. Jika hari biasa laku sekitar lima potong, libur lebaran kali ini bisa menjual hingga 20 potong kaos dan baju batik. 

"Ya meningkat lagi dibanding hari biasa, meningkatnya tiga sampai lima kalinya," kata Ningsih, pedagang baju batik dan kaos di Malioboro. 


(ALB)