Respon Netizen Soal Hukuman Push Up Warga yang Tak Puasa

Mulvi Muhammad Noor    •    10 Juni 2016 20:07 WIB
ramadan
Respon Netizen Soal Hukuman <i>Push Up</i> Warga yang Tak Puasa
?Belasan orang yang dihukum push up di kantor Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto: Metrotvnews.com/Mulvi

Metrotvnews.com, Bogor: Saat Ramadan sudah lumrah jika setiap pemerintah daerah mengeluarkan kebijakan berupa pembatasan jam buka warung atau rumah makan. Siapa pun yang melanggar dikenakan sanksi, baik teguran maupun penyegelan tempat usaha. 

Kali ini, kejadian tak biasa terjadi di Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Tidak hanya pemilik warung makan yang dikenakan sanksi, warga muslim yang kedapatan makan siang saat razia akan didata, diceramahi, dan dihukum push up. 

Kebijakan tersebut menuai kontroversi di media sosial. Netizen yang mendukung menilai tindakan aparat Kecamatan Leuwiliang merupakan hal positif. Hukuman push up maupun sit up dinilai sebagai hal yang wajar untuk saling mengingatkan. Terlebih hukuman yang diberikan tidak mengandung unsur kekerasan. 



Camat Leuwiliang, Chairuka Judhianto, mengatakan hukuman push up dilakukan sebagai bentuk pembinaan terhadap warga agar menghargai warga lainnya yang menjalankan puasa. 

Kendati demikian, beberapa netizen justru tidak setuju dengan alasan tersebut. Mereka menganggap hukuman yang diberikan berlebihan. 



Selain mengisyaratkan tidak setuju, beberapa netizen jusru mendeskripsikan kebijakan Pemerintah Kecamatan Leuwiliang itu sebagai lelucon. Ada yang memposting foto Kim Jong Un dengan gerakan hormat sebagai sindiran untuk menghormati Camat Leuwiliang. Ada pula yang memposting foto pemain Real Madrid yang sedang push up, seakan-akan sedang menjalani hukuman dari Pemerintah Kecamatan Leuwiliang. 



Diberitakan sebelumnya, aparat Kecamatan Leuwiliang memberlakukan aturan tegas terhadap warganya yang kedapatan tidak menjalankan ibadah puasa. 

Baca: Tak Puasa, Belasan Orang di Bogor Dihukum Push Up

Saat inspeksi mendadak terhadap sejumlah warung makan di Leuwiliang, Kamis 9 Juni, petugas mendapati 13 orang yang tengah makan di siang bolong. Mereka dibawa ke kantor kecamatan dan dihukum push up.

"Ini hanya bentuk pembinaan agar mereka tidak mengulangi perbuatannya," kata Camat Leuwiliang, Chairuka Judhianto, saat dikonfirmasi Jumat (10/6/2016).

Selain hukuman push up, petugas juga memberlakukan hukuman scotch jump. Banyaknya gerakan tidak ditentukan, disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

Judhianto mengatakan peraturan tersebut didasarkan pada Surat Edaran Bogor nomor: 451.1/07-SATPOLPP. Surat tersebut memuat sejumlah pemberitahuan bupati terkait ketentraman dan ketertiban saat Ramadan.

"Jika kedapatan lagi, kita akan suruh push up lagi. Sementara untuk pemilik warung, kita peringatkan dan akan disegel jika membuka warungnya pada siang hari," ujar dia.


(UWA)