Mencicipi Kanji Rumbi Khas Ramadan untuk Berbuka Puasa

Meilikhah    •    09 Juni 2016 09:16 WIB
tradisi ramadan
Mencicipi Kanji Rumbi Khas Ramadan untuk Berbuka Puasa
Ilustrasi kanji rumbi. (Foto: budaya-indonesia.org)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kanji rumbi merupakan salah satu makanan khas Aceh, yang sangat mudah ditemukan saat Ramadan. Kuliner mirip bubur ayam ini banyak ditemukan di kawasan pesisir Aceh.

Meski mirip dengan sajian bubur ayam, kanji rumbi memiliki ciri khas tersendiri sehingga rasanya sama sekali tak seperti bubur ayam pada umumnya. Kanji rumbi khas Aceh menggunakan bumbu ala Hindustani (India-Pakistan). Setiap Ramadan, kanji rumbi mudah didapatkan di hampir setiap masjid atau meunasah. Terutama menjelang waktu berbuka. 

Di setiap desa atau masjid, masyarakat membentuk panitia khusus untuk membuat kanji rumbi. Warga yang paling mahir memasak akan didapuk sebagai koki khusus pembuat kanji rumbi. Warga biasanya secara swadaya mengumpulkan uang untuk membeli bahan kanji rumbi.

Pembuatan kanji rumbi biasanya ada di pusat-pusat atau tempat peribadatan Islam di Aceh. Seperti di Masjid Islamic Centre Lhokseumawe. Setiap hari, sekitar Rp1,2 juta dibutuhkan untuk biaya pembuatan kanji rumbi. Jumlah tersebut sudah termasuk bahan-bahan hingga penyajian yang didapatkan dari swadaya masyarakat.

Menurut koordinator Ramadan Masjid Islamic Centre Lhokseumawe, Muslim, biaya untuk pembuatan kanji rumbi di Masjid Islamic Centre Lhokseumawe didapatkan dari sumbangan masyarakat, instansi pemerintah dan swasta.

Kanji rumbi kemudian dibagikan kepada masyarakat secara gratis di halaman Masjid Islamic Centre. Bahkan menurut pengurus masjid itu, sebanyak 1.000 porsi disiapkan untuk dibagikan kepada masyarakat menjelang waktu berbuka.

Seorang koki kanji rumbi Aziz Ibrahim mengatakan proses pembuatan kuliner ini memakan waktu hingga tiga jam. Proses pembuatan dimulai sekitar pukul 14.30-17.30 WIB. 

Adapun bahan utama yang digunakan dalam pembuatan kanji rumbi antara lain beras dengan mutu pilihan, udang, ayam yang sudah disuwir dan tulang sapi dipadu dengan bumbu rempah seperti bawang merah, bawang putih, jahe, ketumbar, kapulaga, cengkeh, cengkeh bunga, kayu manis, serta serai. Sesaat sebelum matang, olahan kanji rumbi akan dicampur santan dan irisan daun seledri dan daun bawang.

Abdul Aziz mengaku mendapat resep pembuatan kanji rumbi secara turun temurun.

Proses memasak yang lama, berpadu dengan bahan pilihan membuat kanji rumbi memiliki cita rasa yang khas. Aroma masakan khas paling barat Indonesia tersebut sangat terasa dengan nuansa rempah-rempah.

Rasa gurih dari masakan konon dipercaya dapat menjadi obat bagi yang menderita masalah pencernaan. Makanan ini juga lembut di lidah namun sarat nutrisi, ditambah lagi campuran rempah-rempah yang dapat menjadi obat alami. (Antara)



(MEL)