Masjid Tertua di Kota Tangerang, Bertahan Sejak Abad Ke-17

Lis Pratiwi    •    08 Juni 2017 03:30 WIB
Masjid Tertua di Kota Tangerang, Bertahan Sejak Abad Ke-17
Masjid Masjid Jami Kali Pasir yang menjadi masjid tertua di Kota Tangerang dibangun pada tahun 1608. Foto: MTVN/Lis Pratiwi

Metrotvnews.com, Tangerang: Kota Tangerang adalah salah satu kota satelit DKI Jakarta yang terbentuk tahun 1993. Tetapi, sejarah di salah satu sudutnya telah jauh dimulai sebelum kota ini resmi berdiri.

Ialah Masjid Jami Kali Pasir yang menjadi masjid tertua di Kota Tangerang. Dibangun pada tahun 1608, masjid ini terus mengalami pemugaran hingga terakhir direnovasi di tahun 2000.

Lokasi Masjid Kali Pasir berada di sebelah timur bantaran Sungai Cisadane. Masjid ini memang sengaja dibangun di dekat sungai yang merupakan jalur transportasi utama pada masa itu.

Seiring perkembangan zaman, lahan di sekitar masjid sudah semakin padat. Tak tersisa sedikit pun halaman di sekitar masjid ini. Bahkan pengunjung yang datang ke sini harus memarkirkan kendaraanya di bahu jalan.

Tepat di depan masjid terbentang Jalan Raya Pasir Kali dan pemakaman warga. Sementara di sisi lainnya adalah pemukiman warga dan hanya tersisa gang-gang kecil yang mengelilingi masjid.


Mimbar Masjid Jami Kali Pasir. Foto: MTVN/Lis Pratiwi

Arsitekturnya yang bergaya lama dengan sentuhan modern di beberapa sisi seolah turut menceritakan perjalanan sejarah masjid ini.

Tak heran memang, sebab sejak awal berdiri masjid ini telah mengalami beberapa kali perubahan.

"Waktu awal berdiri tiangnya dari batang kelapa dan atapnya dari daun kelapa, sekarang tiangnya dari pohon jati," kata Dewan Penasehat Masjid Jami Kali Pasir, Achmad Sjairodji kepada Metrotvnews.com, Rabu 7 Juni 2017.

Menurut Sjairodji, masjid berusia 409 tahun ini tidak lagi difungsikan sebagai tempat Salat Jumat. Kehadiran Masjid Agung Al-Ittihad menggantikan peran Masjid Jami Kali Pasir dan beberapa masjid mungil yang ada di sekitarnya.

Namun, ibadah salat lima waktu berjamaah masih tetap dilaksanakan. Begitu pun pada waktu-waktu tertentu seperti salat tarawih di bulan Ramadan, serta salat Idul Fitri dan Idul Adha saat lebaran.

"Kalau ibadah yang setahun sekali seperti salat Ied ya masih dilakukan di masjid ini," kata Sjairodji.


Bagian dalam Masjid Jami Kali Pasir yang menjadi masjid tertua di Kota Tangerang. Foto: MTVN/Lis Pratiwi

Setelah berdiri ratusan tahun, masjid ini memiliki perjalanan sejarah yang kaya. Salah satunya adalah upacara yang biasa dilakukan saat perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad.

Sejak tahun 1926, untuk merayakan peringatan tersebut Masjid Jami Kali Pasir membuat replika perahu sepanjang tiga meter dari kerangka bambu. Di dalamnya, aneka buah dan hasil bumi tanda kemakmuran disajikan sebagai ucapan rasa syukur.

"Perahunya ditaruh di dalam masjid, sampai sekarang (tradisinya) masih dilakukan," tambah Sjairodji.

Sjairodji mengatakan, dulu perahu yang digunakan untuk perayaan akan langsung dibuang. Tetapi kini banyak masukan warga untuk membuat perahu dari bahan lain sehingga lebih awet dan lebih berwarna.

"Kalau sekarang ada yang dibawa pawai keluar perahunya, ke jalan-jalan," tambahnya.
(SUR)