Di Solo Ada Taj Mahal dari Kue Kuping Gajah

Pythag Kurniati    •    07 Juni 2017 16:25 WIB
ramadan 2017
Di Solo Ada Taj Mahal dari Kue Kuping Gajah
Seorang pengunjung melihat-lihat replika Taj Mahal dari kue kuping gajah, Selasa, 6 Juni 2017 sore/Metrotvnews.com/Pythag Kurniati

Metrotvnews.com, Solo: Replika Taj Mahal dari kertas, agak biasa mendengarnya. Namun bagaimana jika bentuk tiruan bangunan itu disusun dari bahan makanan?

Memeriahkan Ramadan, sebuah hotel di Jalan Ahmad Yani, Kota Solo, Jawa Tengah membuat replika ikon negeri India itu dengan bahan sejenis kue. Replika itu berhasil digarap dengan tinggi 2,5 meter berbahan 27 kilogram atau setara 6 ribu keping kue kuping gajah.

Taj Mahal Kuping Gajah di Solo ini, memiliki diameter 170 centimeter dengan lebar 1,5 meter.

"Kuping gajah dipilih karena merupakan makanan tradisional. Selain memeriahkan bulan suci, kami juga ingin mengangkat kembali kuping gajah sebagai makanan yang digemari," ungkap Excecutive Chef The Sunan Hotel, Eko Edi Priyanto saat ditemui, Selasa, 6 Juni 2017.

Kuping, diambil dari bahasa Jawa bermakna telinga. "Filosofi ini digunakan agar kita bersedia mendengarkan kritik membangun. Serta mengubah diri menjadi lebih baik di bulan Ramadan," kata dia.

Sementara memilih bentuk Taj Mahal, lantaran bangunan itu adalah salah satu situs warisan dunia yang diakui oleh UNESCO. "Taj Mahal merupakan lambang cinta dan kasih sayang. Jadi kami ingin Ramadan ini juga menjadikan kita semua saling memahami satu sama lain, menjaga perdamaian," ucap Eko.


Replika Taj Mahal dari kue kuping gajah di Solo, Jawa Tengah/Metrotvnews.com/Pythag Kurniati

Pengerjaan replika Taj Mahal dilakukan tujuh orang chef. Pembuatannya membutuhkan waktu sekitar empat hari.

Dalam menyusun replika Taj Mahal ini tentu bukan tanpa kesulitan. "Terutama waktu menempelkan kue kuping gajah dengan lem berbahan tepung terigu, tanmiem dan telur," kata dia.

Salah seorang pengunjung Virgi Siwi mengapresiasi replika kuping gajah yang rencananya ditempatkan di lobi hotel hingga Hari Raya Idulfitri. "Bagus. Mengingatkan saya pada makanan masa kecil. Kuping gajah yang saat ini sudah jarang ditemui," tandasnya.

Tak sedikit pengunjung hotel yang mendekati replika untuk sekadar melihat-lihat atau berfoto bersama hasil kreatifitas yang cukup unik itu.


(SBH)