Tradisi Nyadran Jelang Ramadan Bikin Harga Bunga Tabur di Solo Naik

Pythag Kurniati    •    19 Mei 2016 14:19 WIB
tradisi ramadan
Tradisi Nyadran Jelang Ramadan Bikin Harga Bunga Tabur di Solo Naik
Ngadinem, penjual bunga di Pasar Kembang, Solo. (Foto: MTVN/Pythag)

Metrotvnews.com, Solo: Menjelang Ramadan, tepatnya pada Sya'ban atau Ruwah, masyarakat Jawa biasanya melakukan tradisi Sadranan, tradisi menyekar ke makam keluarga.

Saat menyekar, keluarga yang masih hidup biasanya membawa bunga untuk ditaburkan di atas makam. Bunga tabur yang digunakan biasanya terdiri dari mawar dan melati.

Tradisi nyadran juga dimanfaatkan sejumlah pedagang bunga untuk menaikkan harga jual bunga. Salah satunya pedagang di kawasan Pasar Kembang Solo. Harga bunga tabur mulai mengalami kenaikan tiga pekan sebelum memasuki Ramadan.

Ngadinem, salah satu pedagang bunga di Pasar Kembang Solo, mengaku, kenaikan harga bunga tabur bisa mencapai Rp10 ribu per keranjang.

"Kalau hari biasanya satu keranjang kecil Rp10 ribu. Sekarang satu keranjang Rp20 ribu. Biasanya satu pekan sebelum puasa akan naik lagi," ungkapnya, saat ditemui di kios Pasar Kembang Solo, Kamis (19/05/2016).

Bahkan, kata dia, kenaikan harga bunga beberapa hari menjelang Ramadan bisa menyentuh angka Rp50 ribu per keranjang.

"Kenaikan harga juga tergantung daerah penghasilnya. Kalau sana naik, sudah pasti sini juga naik," ujarnya.


(MEL)