Tak Puasa, Belasan Orang di Bogor Dihukum Push-up

Mulvi Muhammad Noor    •    10 Juni 2016 17:55 WIB
ramadan
Tak Puasa, Belasan Orang di Bogor Dihukum <i>Push-up</i>
Belasan orang yang dihukum pushup di kantor Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Foto: MTVN/Mulvi)

Metrotvnews.com, Bogor: Aparat Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memberlakukan aturan tegas terhadap warganya yang kedapatan tidak berpuasa. Tak hanya diceramahi, mereka diminta menjalani hukuman yakni push-up.

Petugas menemukan 13 orang yang tengah makan siang di sejumlah rumah makan di Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Kamis 9 Juni. Setelah dipastikan beragama Islam berdasarkan identitas, mereka dibawa ke kantor kecamatan untuk dinasihati dan dihukum push-up.

"Ini hanya bentuk pembinaan agar mereka tidak mengulangi perbuatannya," kata Camat Leuwiliang Chairuka Judhianto saat dikonfirmasi Metrotvnews.com, Jumat (10/6/2016).

Selain hukuman push-up, petugas juga memberlakukan hukuman skotjump. Mereka dihukum sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Judhianto mengatakan, peraturan itu berdasarkan Surat Edaran Bogor Nomor: 451.1/07-SATPOLPP.  Surat tersebut memuat sejumlah pemberitahuan bupati terkait ketenteraman dan ketertiban selama Ramadan.

Setidaknya terdapat empat poin yang tercantum dalam surat itu. Pertama, imbauan kepada para pemilik atau pengelola hotel, cafe, sanggar, dan tempat hiburan malam, agar tidak membuka usaha selama Ramadan.

Kemudian pembatasan jam buka bagi pemilik rumah makan mulai pukul 16.00 WIB hingga 21 WIB, dan pukul 02.00 WIB sampai 04.00 WIB pada waktu sahur. Adapula himbauan bagi karyawati hotel dan rumah makan untuk mengenakan busana muslim.  Terkahir poin ancaman penertiban jika pemberitahuan pada tiga poin sebelumnya tidak dilaksanakan.

"Jika kedapatan lagi, kita akan suruh push up lagi. Sementara untuk pemilik warung, kita peringatkan dan akan disegel jika membuka warungnnya siang hari," pungkasnya.


(TTD)