Gurihnya Usaha Carang Madu Jelang Lebaran

Rhobi Shani    •    15 Juni 2017 05:00 WIB
ramadan 2017
Gurihnya Usaha Carang Madu Jelang Lebaran
Carang Madu, makanan khas Jepara, Jawa Tengah/Metrotvnews.com/Rhobi Shani

Metrotvnews.com, Jepara: Kabupaten Jepara, Jawa Tengah tak hanya dikenal dengan seni ukirnya yang menarik. Kuliner kota berjuluk Bumi Kartini ini juga tak kalah pamor. Salah satunya, makanan ringan bernama Carang Madu. Jelang lebaran seperti saat ini, sudah barang tentu banyak dicari.

Pengrajin Carang Madu di Desa Bantrung, Kecamatan Batealit, Ripah mengatakan, pesanan tidak cuma datang dari Jepara. Banyak warga dari Kabupaten Kudus dan Demak tak mau ketinggalan.
 
"Kalau mau lebaran seperti sekarang, sehari bisa membuat 700 bungkus. Kalau hari-hari biasa, cuma 250 bungkus," kata Ripah, saat ditemui di rumahnya, Rabu, 14 Juni 2017.


Ripah sedang menggoreng Carang Madu/Metrotvnews.com/Rhobi Shani
 
Untuk menyelesaikan pesanan, saat ini Ripah dibantu 18 pegawai. Proses pembuatannya pun masih mempertahankan teknis tradisional. Adonan digoreng di atas tungku yang terbuat dari tanah liat dan menggunakan kayu sebagai bahan bakar.
 
"Karena rasa yang dihasilkan lebih gurih. Pernah mencoba menggoreng dengan kompor, tapi rasanya kurang," kata Ripah.
 
Per bungkus Carang Madu, Ripah membanderolnya Rp5.500. Carang Madu buatan Ripah bahkan sudah menembus pasar antarprovinsi. Dari Gunung Kidul, Yogyakarta, Lamongan, Jawa Timur, dan Jawa Barat.
 
Kunci sukses usaha Carang Madu, diakui Ripah karena selalu menerima masukan dan kritik pembeli. Mulanya, Ripah membuat Carang Madu dalam ukuran kecil. Namun, banyak pembeli menyarakan ukuran yang lebih besar.
 
“Sekarang saya juga membuat bentuk Carang Madu yang dilipat. Ini demi kepuasan pembeli," kata dia.


(SBH)