Jam Matahari di Masjid Agung Solo Ini Berusia Ratusan Tahun

Pythag Kurniati    •    17 Juni 2016 13:49 WIB
ramadan 2016
Jam Matahari di Masjid Agung Solo Ini Berusia Ratusan Tahun
Seorang pengunjung sedang melihat jam matahari di Masjid Agung Solo, Jawa Tengah/Phytag-Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Solo: Sebuah jam matahari berusia 267 tahun masih bisa dijumpai di Kompleks Masjid Agung Solo, Jawa Tengah. Oleh masyarakat setempat, benda unik peninggalan masa kejayaan Sri Susuhunan Pakubuwono III ini biasa disebut bencet. Benda yang diletakkan di atas tugu kecil dengan tinggi 150 centi meter ini pernah mengalami penyempurnaan pada masa Pakubuwono X. 

Menurut Takmir Masjid Agung Solo Muhammad Muhtaram, pada masanya jam matahari yang dibuat pada 1749 ini merupakan benda penting dan satu-satunya yang difungsikan sebagai penunjuk waktu salat.

"Pada masa itu belum ada jam digital yang dapat menunjukkan waktu, maka untuk melihat waktu salat, orang-orang jaman dahulu menggunakan jam ini,” kata Muhtaram kepada Metrotvnews.com di Masjid Agung Solo, Jawa Tengah, Jumat (17/6/2016).

Sampai kini, jam matahari masih berfungsi dengan baik. Di dalam jam unik ini terdapat dua buah benda yang nantinya digunakan sebagai penunjuk waktu, yakni berupa lempengan busur yang permukaan dalamnya terdapat angka-angka yang di bagian atasnya terdapat sebuah jarum. Cara kerjanya, Sinar matahari yang mengenai jarum tersebut akan menciptakan bayangan yang jatuh tepat di salah satu angka. Ketika matahari tepat di atas kepala misalnya, bayangan jarum tersebut akan jatuh di angka 12. 

Benda lain yang terdapat dalam benda peninggalan kuno ini adalah tiang kecil berwarna perak. Sama seperti halnya jarum pada keumuman jam, tiang ini menciptakan bayangan ketika terkena sinar matahari guna menunjukkan waktu.

"Ketika matahari berada di atas kepala maka bayangan tiang ini tegak lurus,” ujar Sekertaris Masjid Agung Solo Abu Bashir. 

Karena mengandalkan sinar matahari, jam ini tidak dapat berfungsi maksimal ketika cuaca mendung. Salah seorang pengunjung Masjid Agung Solo Erista Dian mengaku takjub dengan keberadaan jam matahari tua ini. Ia merasa berbangga masih bisa melihat dari dekat benda bersejarah tersebut.

"Menemukan bayangan yang jatuh dan membentuk lempengan busur bertuliskan angka-angka hingga menujukkan waktu. Ini sebuah tanda kecerdasan orang-orang pada masa itu,” kata dia.


(SBH)