Mangenal Tradisi Mandi Pangir Sebelum Puasa di Asahan

Jamin Marudut Damanik    •    17 Juni 2015 11:47 WIB
tradisi ramadan
 Mangenal Tradisi Mandi Pangir Sebelum Puasa di Asahan
Warga memadati pasar untuk membeli daging sapi dengan harga Rp150 per kilogram pada perayaan Meugang H-1 Ramadan di Pasar Daging Tradisional Inpres Lhokseumawe, Aceh, Selasa 16 Juni 2015. Antara Foto/Rahmad

Metrotvnews.com, Asahan: Ada tradisi unik yang digelar masyarakat Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, sejak puluhan tahun lalu untuk menyabut Bulan Suci Ramadan. Sehari menjelang puasa, umat Muslim di Asahan melaksanakan tradisi mandi pangir atau marpangir.

Mandi pangir adalah mandi air berisi daun pandan wangi, serai, daun kalkausar, dan beberapa daun lainnya yang diyakini dapat membersihkan seluruh tubuh sebelum melaksanakan puasa. Harga per paket pangir Rp2 ribu.

Ani, salah seorang penjual pangir mengatakan, kebiasaan mandi pangir dilakukan warga melayu yang beragama Islam di Desa Pondok Bungur, Kecamatan Rawang, Asahan. Anak-anak hingga orang dewasa diwajibkan mandi pangir sehari sebelum melaksanakan ibadah puasa.

Ani telah membuat dan menjual pangir secara turun temurun dibantu oleh kerabatnya. Per hari, setidaknya dia menjual 2.000 bungkus pangir. Cara membuat pangir: daun-daun direbus hingga mendidih agar menghasilkan aroma wangi untuk ritual mandi pangir.

Konon, daun-daun tersebut digunakan bangsawan melayu untuk membersihkan badan sebelum menggunakan sabun mandi.

Ani mengatakan, penjualan pangir tahun ini menurun drastis dibandingkan sebelumnya. Sebab, ekonomi masyarakat Asahan sedang lesu. Beberapa daerah di Asahan juga sudah meninggalkan tradisi ini.


(TRK)