Sajian Ramadan si Legit dari Depok

Whisnu Mardiansyah    •    09 Juni 2017 19:38 WIB
makanan khas ramadan
Sajian Ramadan si Legit dari Depok
Dodol Harum Hajjah Rokiah. Foto: Metrotvnews.com/Whisnu Mardiansyah

Metrotvnews.com, Jakarta: Penganan dodol identik dengan Garut dan Betawi. Tidak banyak yang mengenal penganan dodol juga menjadi makanan khas di Kota Depok.

Secara kultur, Kota Depok memang tak jauh berbeda dengan kultur Betawi pada umumnya. Termasuk sajian penganan dodol yang banyak disajikan di acara-acara pernikahan dan hajatan keagamaan dalam budaya Betawi.

Seiring perkembangan zaman dan gempuran sajian penganan modern, para pembuat dodol semakin menciut. Seperti terjadi di Kecamatan Beji, Depok. Di wilayah ini pengrajin dodol tradisional yang masih bertahan bisa dihitung dengan jemari.

Salah satu pengrajin adalah Dodol Harum Hajjah Rokiah. Usaha yang dirintis puluhan tahun itu kini dikelola Chairunnisa, generasi ketiga dari pihak keluarga.

"Saya generasi ketiga, sejak 2007 mengelola usaha dodol," kata Chairunnisa kepada Metrotvnews.com di Jalan Haji Usman, Beji, Depok, Jumat 9 Juni 2017.


Penganan Dodol Harum Hajjah Rokiah, asli Beji, Depok. Usaha yang sudah berjalan puluhan tahun ini dilanjutkan oleh generasi ketiga, yaitu, Chairunnisa. Foto: Metrotvnews.com/Whisnu Mardiansyah

Mempertahankan cita rasa adalah resep utama usaha dodolnya tetap bertahan. Dodol Harum Hajjah Rokiah sudah memiliki pelanggan setia dan pasar tersendiri. Para pelanggan tidak akan beralih untuk menikmati penganan manis, lengket dan legit itu.

Racikan dan alat tradisional adalah resep utama cita rasa Dodol Harum tetap diminati para pelanggan setia. Semua bahan baku dan proses pengolahan masih dilakukan secara manual. Mulai dari pemerasan santan, penggilingan beras ketan hingga gula merah yang didatangkan khusus.

"Semua diracik di sini. Masih tenaga tangan semua, enggak ada yang pakai mesin," jelas Chairunnisa.

Memang, cara pembuatan dodol dengan cara tradisional membutuhkan waktu cukup lama. Dibutuhkan tujuh jam memproses dari bahan baku hingga menjadi dodol siap saji.

"Mulai dari jam 4 pagi sampai jam 11 siang itu prosesnya," kata Chairunnisa.


Penganan Dodol Harum Hajjah Rokiah, asli Beji, Depok. Usaha yang sudah berjalan puluhan tahun ini dilanjutkan oleh generasi ketiga, yaitu, Chairunnisa. Foto: Metrotvnews.com/Whisnu Mardiansyah

Penggunaan kuali dari tembaga dan kayu bakar rupanya punya maksud tersendiri. Panas dari kuali tembaga dan asap dari kayu bakar inilah yang membuat rasa dodolnya berbeda dari dodol umumnya. Ini juga membuat Dodol Harum bisa bertahan dalam waktu dua bulan meski tak disimpan di lemari pendingin.

Bulan Ramadan dan menjelang Ramadan permintaan dan pemesanan Dodol Harum meningkat tajam. Seperti sudah menjadi tradisi masyarakat Betawi, dodol biasa disajikan untuk cemilan jelang berbuka dan paket kiriman lebaran.

Permintaan yang membludak membuat Dodol Harum Hajjah Rokiah menambah jumlah tenaga kerja dan waktu produksi. Di bulan Ramadan, ada tujuh tenaga kerja yang memproduksi. Tiga pria untuk proses pemasakan, dan Empat wanita untuk proses pengepakan.

Dalam dua minggu pada Ramadan tahun ini, Dodol Harum Hajjah Rokiah sudah memproduksi satu ton dodol. Saking banyaknya pesanan, Chairunisa terpaksa menutup order karena pemesan sudah penuh hingga lebaran nanti. "Kita sudah enggak nerima pesanan lagi," ujarnya.


Chairunnisa, adalah generasi ketiga, yang melanjutkan usaha penganan Dodol Harum Hajjah Rokiah, yang sudah dirintis puluhan tahun. Foto: Metrotvnews.com/Whisnu Mardiansyah


(MBM)