Bupati Dukung Hukuman Push Up Bagi Warga Tak Puasa

Mulvi Muhammad Noor    •    10 Juni 2016 21:53 WIB
ramadan
Bupati Dukung Hukuman <i>Push Up</i> Bagi Warga Tak Puasa
Bupati Bogor Nurhayanti. Foto: Metrotvnews.com/Mulvi

Metrotvnews.com, Bogor: Bupati Bogor Nurhayanti menilai hukuman push up terhadap warga yang tidak puasa di Kecamatan Leuwiliang sudah sesuai surat edaran atau aturan yang dikeluarkannya. Dirinya enggan mengomentari prokontra di media sosial mengenai hukuman itu.

"Dalam menyambut Ramadan, pemda sudah membuat surat edaran," kata Nurhayanti saat dikonfirmasi Metrotvnews.com melalui Whatsapp, Jumat (10/6/2016).

Berbeda dengan surat edaran yang disampaikan Camat Leuwiliang bernomor 451.1/07-SATPOL PP, surat edaran yang dimaksud Nurhayanti adalah yang bernomor 451.13/575/bintal. Kendati terdapat beberapa perbedaan poin antara kedua surat, secara keseluruhan kedua edaran berisi imbauan untuk menyambut Ramadan.

Baca: Tak Puasa, Belasan Orang di Bogor Dihukum Push Up

Dalam surat edaran yang disampaikan Nurhayanti terdapat lima poin, yakni imbauan mewujudkan iklim kondusif dan pemeliharaan kerukunan antarumat beragama, serta mengimbau masyarakat agar tidak melakukan hal-hal yang merusak suasana ibadah puasa, menimbulkan gangguan keamanan, ketentraman dan, ketertiban masyarakat.

Kemudian, imbauan kepada pengusaha tempat hiburan untuk menutup kegiatan yang menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, serta larangan beroperasi di siang hari bagi pemilik rumah makan atau restoran.

Baca: Respon Netizen Soal Hukuman Push Up Warga yang Tak Puasa

Diberitakan sebelumnya, aparat Kecamatan Leuwiliang memberi hukuman push up terhadap 13 warganya yang kedapatan makan di siang bolong. "Ini sebagai bentuk pembinaan agar mereka tidak mengulangi perbuatannya," kata Camat Leuwiliang, Chairuka Judhianto.

"Jika kedapatan lagi, kita akan suruh push up lagi. Sementara untuk pemilik warung, kita peringatkan dan akan kita segel jika membuka warungnya siang hari."


(UWA)