Mudik Lebaran 2018 Dinilai Lebih Lancar

Ilham wibowo    •    16 Juni 2018 07:00 WIB
Mudik Lebaran 2018
Mudik Lebaran 2018 Dinilai Lebih Lancar
Ilustrasi. Kendaraan pemudik memadati pintu tol Cipali Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Selasa (12/6). Pada H-3 Lebaran, arus mudik di tol Cipali terpantau ramai lancar. Foto: Antara/Dhedez Anggara

Jakarta: Sejumlah sopir bus Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP) mengaku senang arus mudik Lebaran 2018 bisa lancar. Proyek infrastruktur yang sebagaian besar telah rampung bisa dirasakan manfaatnya. 

Sopir bus jurusan Jakarta-Solo, Sofyan, mengatakan dirinya bisa memangkas waktu lebih cepat dibanding arus mudik di tahun sebelumnya. Jarak tempuh sejauh 530 Km itu pun bisa ditempuh dalam waktu 9 jam via Tol Cipali. 

"Mudik lebaran tahun ini lebih lancar, jalur semua mulus penumpang juga tak ada yang mengeluh," ujar Sofyan di Jakarta, Jumat, 15 Juni 2018. 

Dia bilang, lancarnya arus mudik juga berimbas pada pendapatan perusahaan armada. Sebab, awak bus bisa kembali ke Ibu Kota dengan cepat usai mengantar pemudik ke kampung halaman. 

Arus mudik telah berlangsung sejak 9 Juni 2018 lalu. Sofyan pun mengaku mendapat dua kali lipat honor lantaran bisa mengangkut lebih banyak pemudik hingga hari H Lebaran.  

"Penerangan jalan sudah bagus, tempat istirahat juga bisa dimanfaatkan dengan baik, bahan bakat juga jadi irit karena jalan lancar," ungkapnya. 

Baca: Menko Luhut Nilai Kelancaran Arus Mudik Hasil Kerja Jokowi

Sopir bus lainnya, Amri, mengatakan proyek infrastruktur bisa dirasakan manfaatnya setelah keseluruhan pengerjaan rampung. Ia mengharapkan  alternatif rute bisa sama baik mengantisipasi kenaikan jumlah kendaraan tiap tahun. 

"Mudah-mudahan perjalanan darat menggunakan bus semakin ramai tahun depan," tuturnya. 

Anggota Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI) Ellen Tangkudung menilai kesuksesan arus mudik 2018 juga tak hanya karena kehadiran infrastruktur. Seluruh pemangku kepentingan baik kementerian dan lembaga terkait hingga kepolisian kompak bersinergi.

"Tahun ini jelas lebih baik, yang dilihat koordinasi pemangku kepentingan, mereka sudah mempersiapakn diri dari lama dan kompak," tandasnya. 




(DMR)