Pemudik Motor Naik, Ada yang Salah dari Program Mudik Gratis?

Ilham wibowo    •    04 Juli 2017 17:00 WIB
mudik lebaran 2017
Pemudik Motor Naik, Ada yang Salah dari Program Mudik Gratis?
Pejabat Pertamina melepas bus mudik gratis. Antara Foto/Izaak

Metrotvnews.com, Jakarta: Tahun ini, seperti sebelumnya, pemerintah kembali mengadakan mudik gratis menggunakan bus dan kapal laut. Program ini kemungkinan meleset dari tujuan karena faktanya pemudik yang menggunakan sepeda motor naik 40%.

Tujuan program ini adalah memindahkan warga yang biasanya mudik menggunakan kendaraan pribadi beralih ke angkutan mudik gratis. Dengan demikian, angka kecelakaan saat mudik diharapkan menurun.

Bukan hanya pemerintah, perusahaan swasta juga banyak yang mengadakan mudik gratis, beberapa di antaranya mengkhususkan karyawan sebagai peserta.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menilai fakta meningkatnya pemudik menggunakan sepeda motor bukan karena program mudik gratis salah sasaran. Tapi ia juga tidak mengetahui penyebab meningkatnya mudik menggunakan sepeda motor.

Menurut dia, sejauh ini angkutan mudik gratis baru mengakomodasi sebagian kecil pemudik. "Mudik gratis total ada 300 ribu. Yang mudik itu kurang lebih ada 20 juta," kata Budi di kantor Kemenhub, Jakarta, Selasa 4 Juli 2017.

Solusinya, lanjut dia, adalah menambah angkutan mudik gratis. Kemudian, memperbaiki layanan yang baik transportasi massal di perkotaan dan desa.

Budi juga meminta perusahaan dan lembaga pemerintahan tetap mengadakan mudik gratis tahun berikutnya. Kemenhub, kata Budi, akan merancang skema agar jumlah layanan mudik gratis meningkat.

"Saya melihat sepirit semua perusahaan mau menyisihkan uang dalam mudik gratis. Kita mau mudik gratis terstruktur sehingga terjadi peningkatan," ujarnya.

Data Posko Nasional Kementerian Perhubungan menunjukkan adanya peningkatan mudik menggunakan sepeda motor. Data diambil dari tujuh titik pos pantau, yaitu di Ciasem, Cisarua, Cileunyi, Ciamis, Cicurug, Merak dan Sadang.

Tercatat terjadi peningkatan volume kendaraan roda dua dari 10 hari sebelum Lebaran hingga lima hari setelah Lebaran. Dari H-10 hingga H+5 Lebaran tercatat sebanyak 3.130.101 kendaraan roda dua keluar dari Jakarta.

Jumlah tersebut meningkat sekitar 40,30% dibandingkan periode yang sama pada arus mudik atau balik 2016 yang mencapai 2.230.952 kendaraan.

Kendaraan roda dua yang masuk Jakarta atau arus balik pada H-10 hingga H+5 Lebaran tahun ini juga meningkat daripada periode yang sama pada 2016. Tercatat 2.473.934 kendaraan roda dua masuk Jakarta, naik 24,54% dari tahun 2016 yang mencapai 1.970.652 kendaraan roda dua.

H+5 atau Sabtu 2 Juli 2016, titik puncak kendaraan roda dua masuk Jakarta sebanyak 276.322 sepeda motor. Hal serupa juga terjadi untuk kendaraan roda empat pribadi. Pembukaan beberapa ruas tol fungsional di jalur lintas Pulau Jawa memengaruhi peningkatan jumlah pemudik.

Data menunjukkan, sejak H-10 hingga H+5 Lebaran, 1.412.575 kendaraan roda empat pribadi keluar Jakarta. Jumlah ini naik sebesar 36,92% atau sebesar 380.859 kendaraan dibandingkan musim mudik tahun lalu sebanyak 1.031.716 unit.

Titik puncak terjadi pada H-2 Lebaran sebanyak 172.400 kendaraan keluar Jakarta. Kendaraan roda empat pada H-10 hingga H+5 lebaran mencapai 1.382.844 unit. Jumlah itu naik 34,82% dibandingkan tahun lalu yang hanya 1.025.726 kendaraan.

Penumpang angkutan jalan naik, meski hanya 9,29% dari 4.494.694 pada 2016 menjadi 4.912.230 penumpang pada 2017. Penumpang moda angkutan penyeberangan mengalami penurunan dari 3.314.736 penumpang pada 2016 menjadi 3.270.062 penumpang di 2017.


(TRK)