70% Bus Angkutan Lebaran Laik Jalan

Husen Miftahudin    •    13 Juni 2017 12:12 WIB
mudik lebaran 2017
70% Bus Angkutan Lebaran Laik Jalan
Stiker untuk bus angkutan Lebaran yang laik jalan. Foto: MI/Benny Bastiadi

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan terus menguji (ramp check) kelaikan bus angkutan Lebaran 2017. Dari total 19.447 bus yang diperiksa, 70% di antaranya dinyatakan laik jalan.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Pudji Hartanto mengatakan, ramp check terhadap bus angkutan Lebaran dikebut karena Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi kecewa. Sebelumnya ada laporan bus angkutan Lebaran yang laik jalan hanya 60%.

Berdasarkan data inspeksi Direktorat Jenderal Perhubungan Darat hingga hari ini, dari 12.775 bus angkutan Lebaran jenis layanan Antarkota Antarprovinsi (AKAP) yang sudah diperiksa, sebanyak 5.631 bus diizinkan beroperasi. Sebanyak 1.822 bus diperingati dan harus diperbaiki. 5.322 bus AKAP divonis tidak laik jalan.

Untuk bus Antarkota Dalam Provinsi (AKDP), sudah diperiksa sebanyak 6.170 unit. Dari total itu, sebanyak 2.021 unit diizinkan beroperasi, 1.793 unit harus diperbaiki, dan sebanyak 2.356 unit tidak laik jalan.

Untuk bus pariwisata yang digunakan sebagai angkutan Lebaran sudah diperiksa 602 unit. Sebanyak 266 unit diizinkan beroperasi, lima bus harus diperbaiki, dan 331 unit yang dinilai tidak laik jalan.

"Kalau tidak ada stiker itu harus diwaspadai. Kalau dia sudah ada stiker dan saat dilakukan ramp check lulus, dia bisa lanjut. Kalau tidak, dia tidak boleh beroperasi dan penumpangnya diturunkan dan kemudian diganti dengan bus lain," kata Pudji saat jumpa pers di kantor Kementerian Perhubungan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa 13 Juni 2017.

Pudji menyatakan, seluruh bus angkutan Lebaran harus melalui ramp check. Meski telah memiliki buku KIR dan unit bus terlihat laik, tetap harus diperiksa. Sebab, banyak bus yang secara operasional harus diperbaiki.

"Kalau sudah ramp check, kemudian tidak memenuhi persyaratan dan harus diperbaiki, ya harus diperbaiki. Perbaikan paling banyak itu rem tangan yang tidak pakem, kacanya retak, whipper yang tidak berfungsi, spidometer tidak berfungsi, serta ban gundul," pungkas Pudji.

 


(TRK)