Jumlah Pemudik Bersepeda Motor Diprediksi Naik

   •    15 Juni 2017 10:08 WIB
mudik lebaran 2017
Jumlah Pemudik Bersepeda Motor Diprediksi Naik
Polisi mengurai pemudik bersepeda motor saat memasuki area posko cek point di kawasan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (2/7/2016). Antara Foto/Risky Andrianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Bayang-bayang kecelakaan lalu lintas masih menghantui mudik Lebaran 2017. Pasalnya, jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor diprediksi meningkat.

Meskipun angka kecelakaan pada mudik Lebaran 2016 menurun ketimbang saat mudik Lebaran 2015 (6,47%), kecelakaan moda sepeda motor memberikan kontribusi tertinggi pada kecelakaan saat arus mudik, yakni 3.766 unit.

Pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat memperkirakan jumlah kendaraan mudik bakal meningkat sekitar 13,92%.

Dari kenaikan itu, jumlah pemudik bersepeda motor meningkat cukup signifikan yakni 18,18% atau sekitar 6,07 juta kendaraan.



Tahun lalu ada 5,14 juta pemudik yang menggunakan sepeda motor asal Jakarta. Djarot meminta semua satuan kerja perangkat daerah mengantisipasi segala kemungkinan saat mudik.

"Ikut berperan aktif dalam posko angkutan Lebaran dan pengendalian arus mudik dan arus balik," kata Djarot saat apel kesiapan mudik di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, Rabu 14 Juni 2017.

Kementerian Perhubungan mengaku tak punya kuasa membendung lonjakan pemudik bersepeda motor.

Meski demikian, pihaknya berusaha menyiapkan 77 truk yang bisa mengangkut 44 ribu sepeda motor, kapal laut yang dapat mengangkut 16 sepeda motor, dan kereta api yang bisa memboyong 18 ribu sepeda motor.

"Kami siapkan gratis semuanya," kata Kepala Pusat Komunikasi Kemenhub, Julius Adravida Barata, tadi malam.

Pihaknya akan menindak pemudik bersepeda motor yang melebihi kapasitas. "Petugas akan menurunkan paksa pemudik dan memindahkannya ke bus," tegas Julius.

Masa angkutan Lebaran 2017 sudah dimulai pada 15 Juni 2017 dan berakhir 10 Juli 2017.

Titik lelah pemudik

Terkait dengan pemudik bersepeda motor, jajaran kepolisian di Cirebon dan Indramayu, Jawa Barat, menyiapkan sejumlah tempat peristirahatan.

Kapolres Cirebon AKB Risto Samodra menjelaskan pantura Cirebon merupakan titik lelah bagi pemudik, khususnya yang menggunakan sepeda motor. Karena itu, pihaknya menyiapkan tiga tempat peristirahatan di sepanjang pantura Kabupaten Cirebon.

Di tempat itu, Polres Cirebon juga menyiapkan bus untuk membawa ibu dan anaknya yang dibawa pemudik bersepeda motor. "Biarkan saja bapaknya naik motor, ibu dan anaknya naik bus ke kampung halaman," jelas Risto.

Sementara itu, uji kelaikan moda transportasi darat terus dilakukan. Pemeriksaan armada bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur, dilakukan.

Hasilnya memprihatinkan, dari 222 bus AKAP yang diuji sejak 8 Mei hingga 14 Juni di terminal terbesar di Asia Tenggara itu, hanya 35 bus yang laik jalan. (Media Indonesia)

 


(TRK)