Ombudsman Temukan Kekurangan Pelaksanaan Mudik Lebaran 2018

Juven Martua Sitompul    •    20 Juni 2018 18:50 WIB
Mudik Lebaran 2018
Ombudsman Temukan Kekurangan Pelaksanaan Mudik Lebaran 2018
Komisioner Ombudsman Republik Indonesia (ORI), Adrianus Meliala - MI.

Jakarta: Ombudsman Republik Indonesia (ORI) menyebut pelaksanaan mudik Idulfitri 1439 Hijriah belum sempurna. ORI menemukan sejumlah kekurangan dalam pelaksanaan mudik lebaran 2018.

Hal ini disampaikan Komisioner ORI Adrianus Meliala setelah melakukan inspeksi dadakan (Sidak) di sejumlah lokasi pelaksana layanan publik yakni stasiun kereta api, bandara, rumah sakit, pelabuhan laut ferry, kantor pemadam kebakaran, dinas kebersihan, serta pos pemantau jalan tol.

"Sekali lagi, tujuan kami adalah memastikan bahwa pelayanan publik tidak tidur," kata Adrianus saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu, 20 Juni 2018.

Menurut dia sidak dilakukan untuk memastikan kualitas pelayanan publik tetap berjalan dengan baik. Mengingat pemerintah telah memutuskan memberi penambahan libur 10 hari kepada aparatur negara.

"Cuti bersama 10 hari berpotensi membuat turunnya kualitas pelayanan publik," ujar dia.

Tidak hanya berpotensi membuat turunnya kualitas pelayanan, lanjut dia penambahan libur juga memungkinkan pelayanan publik ikut libur jika lepas dari pengawasan.

"Langkah yang kami lakukan adalah langkah yang sebetulnya sporadis, random dan kecil sekali riaknya dibanding besarnya skala pelayanan publik yang ada, namun minimal Ombudsman hadir," ucap dia.

Adrianus menjelaskan hasil temuan dari sidak ini nantinya akan disampaikan kepada publik. Saat ini hasil sidak tengah disusun oleh pihak Ombudsman.

"Seminggu lagi deh (disampaikan ke publik), kami susun dulu ya," pungkas Adrianus.


(SCI)