Sejumlah Ruas Jalan Alternatif di Yogyakarta Padat

Ahmad Mustaqim    •    19 Juni 2018 17:04 WIB
Mudik Lebaran 2018
Sejumlah Ruas Jalan Alternatif di Yogyakarta Padat
Kepadatan lalu lintas di jalur alternatif Kecamatan Berbah, Sleman. Medcom.id/Ahmad Mustaqim

Yogyakarta: Jalur utama masuk Daerah Istimewa Yogyakarta dari arah timur, yakni jalan Solo di Kecamatan Prambanan, macet pada Selasa, 19 Juni 2019. Ruas jalan dari arah Kabupaten Klaten hingga sekitar kawasan Candi Prambanan berjalan lambat.

Kendaraan yang melintas di dominasi dari luar daerah, seperti Jakarta, Bandung, Semarang, atau pun Surabaya. Sejumlah kendaraan diarahkan melalui jalur alternatif masuk ke Yogyakarta melalui Stasiun Brambanan.

Jalur alternatif melalui belakang Pasar Prambanan ini berjalan lancar. Memasuki Jalan Piyungan, kembali terjadi kepadatan lalu lintas. Keluar-masuk kendaraan di jalur alternatif membuat arus lalu lintas berjalan lambat.

Selain di wilayah Prambanan, kepadatan juga terjadi di jalur alternatif Kecamatan Berbah. Kepadatan itu terjadi lantaran jalur tersebut dilintasi kendaraan dari Kecamatan Kalasan dan dari jalan Solo arah ke Bandara Adisutjipto Yogyakarta.

Widhiyastuti, seorang pemudik, mengatakan kepadatan kendaraan didominasi oleh roda empat. Terkadang, kendaraan roda empat itu mengambil jalur kendaraan roda dua.

"Ini beberapa kali berpepetan dengan mobil. Tadi di jalur wisata Lava Bantal (Berbah, Sleman) lumayan lancar. Ke barat sedikit ternyata sangat padat," ujarnya.

Data pos mudik lebaran di pertigaan Candi Prambanan, ada sebanyak 23.107 kendaraan pribadi masuk ke Yogyakarta dari jalur timur. Sementara itu, kendaraan pribadi yang keluar ada sebanyak 29.993 unit.

Kepala Polsek Prambanan, Komisaris Rini Anggraini mengatakan padatnya kendaraan tak lepas dari keberadaan sejumlah obyek wisata. Mulai dari Candi Pramabanan, Candi Ratu Boko, Tebing Breksi, dan Candi Ijo.

"Baik kendaraan yang masuk maupun keluar (Yogyakarta) terbilang ramai lancar," kata Rini.

Kepadatan juga terjadi dari Jalur Kecamatan Tempel (Sleman) dan Kecamatan Salam (Magelang, Jawa Tengah). Sejumlah jalur pertigaan yang biasanya berfungsi, kali ini ditutup. Rekayasa lalu lintas ini untuk menghindari kemacetan parah di Jalan Magelang tersebut.

Kepala Polsek Tempel, Komisaris Singgih Suhartaya mengatakan arus mudik tahun ini terbilang lancar dibanding tahun sebelumnya. Menurut dia, jalur seperti di Turi, Pakem, Cangkringan, hingga Kalasan mengalami penurunan.

"Mungkin karena pemudik tidak terpusat pada satu hari saja. Apalagi mudik serentak bersama dengan libur sekolah. Didampingi itu juga ada pengoperasian tol operasional, jadi pemudik tujuan Jawa Timur tak perlu lewat Yogyakarta," ujarnya.

 


(SUR)