Kecelakaan dan Begal di Jalur Mudik Minim, DPR Apresiasi Polri

Wandi Yusuf    •    22 Juni 2018 13:50 WIB
Mudik Lebaran 2018
Kecelakaan dan Begal di Jalur Mudik Minim, DPR Apresiasi Polri
Ilustrasi--Kendaraan pemudik di pintu tol Cipali Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Selasa (12/6). Pada H-3 Lebaran, arus mudik di tol Cipali terpantau ramai lancar. Foto: Antara/Dhedez Anggara

Jakarta: Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengapresiasi kinerja Polri beserta stake holder terkait, seperti Kementerian Perhubungan dan TNI. Apresiasi tersebut diberikan atas pengamanan arus mudik dan arus balik lebaran tahun ini. 

Kesiapsiagaan Polri dinilai mampu menurunkan angka kecelakaan, dan meminimalisir kejahatan rampok atau begal terhadap pemudik.

"Pos pengamanan Polri dengan personelnya yang siap siaga di sepanjang jalur mudik dan optimalnya pos pelayanan atas kerjasama Polri, instansi terkait dibantu komponen masyarakat, alhamdulillah terlaksana lancar sesuai dengan harapan kita bersama,” terang Bamsoet dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 22 Juni 2018.

Dia mengatakan, pemudik tahun ini merasakan kenyamanan dan keamanan. "Jauh lebih baik dari tahun tahun sebelumnya,” sambungnya.

Salah satu kebijakan yang cukup efektif menekan kejahatan adalah perintah Kapolri Jenderal Tito Karnavian kepada jajarannya untuk menembak mati begal. Tito bahkan mengultimatum akan mencopot Kapolres bila di daerahnya muncul aksi begal terhadap pemudik.

“Kebijakan ini terbukti efektif, masing-masing pimpinan dari Polda hingga Polres dan Polsek benar-benar melakukan pengamanan secara menyeluruh di jalur mudik. Sejumlah Polda bahkan menyiagakan penembak jitu di jalur rawan begal,” terang Bamsoet.



Apresiasi juga disampaikan anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni. Dia menilai musim mudik Lebaran 2018 lebih kondusif dari tahun sebelumnya. 

Selain kesigapan anggota Polri di lapangan dalam mengatur dan mengamankan ruas jalan, turunnya angka kecelakaan dianggap tak lepas dari bertambahnya infrastruktur pendukung seperti jalan tol dan kebijakan contraflow serta one way. "Hasil pemantauan, mudik tahun ini lebih cepat, lancar dan nyaman," kata Sahroni.

Sahroni menuturkan, salah satu yang turut mengurai kemacetan adalah penambahan jumlah ruas jalan tol yang terhubung dari Ibukota hingga ke Jawa Timur. Hal ini berimbas ke pemudik yang bisa memilih jalur mudik ke kampung halaman.

Baca: Mudik Lebaran 2018 Dinilai Lebih Lancar

Pada mudik lebaran 2018, pemerintah telah menyiapkan jalan tol sepanjang 760 km dari Jakarta ke Surabaya. Dari jumlah itu telah beroperasional sepanjang 525 km. Sementara 235 km lainnya bersifat fungsional, yaitu sudah digunakan namun belum dikenakan biaya.

"Tahun ini jalan tol sudah banyak difungsikan. Baik yang sifatnya operasional maupun fungsional. Ini sangat membantu pemudik,” ucapnya.

Sahroni juga mengapresiasi kinerja Polri, Kementerian Perhubungan dan stakeholder lainnya, termasuk TNI dalam mengawal arus mudik dan balik tahun ini. Terbukti, kata dia, kinerja berbagai instansi ini menunjukkan turunnya angka kecelakaan.

Berdasarkan data dari Polri, pada 2017 ada sekitar 815 orang meninggal dunia, sementara di 2018 hingga H+3 lebaran berjumlah 333 orang atau turun 482 orang. Kemudian, jika dibandingkan dengan tahun lalu ada penurunan jumlah kendaraan yang terlibat kecelakaan, yaitu 2.110 kecelakaan lalu lintas dengan melibatkan 4.498 kendaraan.

Hal ini menurutnya tak lepas dari peran aktif anggota Polri dalam mengamankan jalur mudik. Ia mengemukakan banyak pemudik yang mengaku lebih cepat menempuh jarak ke kampung halamannya ataupun kembali ke Jakarta setelah mudik.

“Polri menempatkan anggotanya untuk mengamankan jalur di titik rawan kemacetan, serta tempat-tempat rest area. Selain itu anggota Polri juga melakukan patroli dan pemantauan lewat udara untuk mengetahui jalur mana yang tersendat dan kemudian diuraikan,” kata Sahroni.

Dalam kesempatan yang sama Sahroni menyoroti langkah berani Kemenhub dan Polri memberlakukan sistem satu arah atau one way pada saat arus balik. Sehingga, pemudik bisa lebih lancar dan nyaman kembali ke Ibukota.

"Manajemen lalu lintas yang sudah dilakukan oleh Kemenhub, Polri dan seluruh jajaran terkait sudah sangat bagus," terang politisi Partai NasDem ini.

Dirinya berharap kinerja Polri dan Kemenhub dibantu unsur lainnya dapat semakin lebih baik di periode mudik tahun berikutnya. Terlebih dengan akan semakin baiknya infrastruktur jalan tol yang saat ini hampir rampung.


(YDH)