Mimpi Buruk Itu Bernama Pasar Tumpah

   •    13 Juni 2017 12:26 WIB
mudik lebaran 2017
Mimpi Buruk Itu Bernama Pasar Tumpah
Kendaraan pemudik terjebek kemacetan saat melintasi Pasar Anyar Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Minggu (27/7/2014). Antara Foto/Wahyu Putro A/hp/14

Metrotvnews.com, Brebes: Pasar tumpah di sejumlah wilayah masih menjadi mimpi buruk para pemudik karena diprediksi bakal menyebabkan antrean panjang kendaraan. Polres Brebes, Jawa Tengah, memetakan titik-titik rawan kemacetan baik di kawasan tol, pantura, maupun jalur tengah.

Keberadaan pasar tumpah pun menjadi perhatian serius. Di jalur pantura, Pasar Losari yang terletak di perbatasan Jateng-Jabar mendapat pantauan khusus kendati sudah ada pagar pembatas antara pedagang dan badan.

"Bagaimanapun Pasar Losari itu lokasinya berada di pintu masuk jalur pantura menuju Jateng. Titik rawan kemacetan lainnya Pasar Bulakamba dan Pasar Induk Brebes. Kami akan menempatkan personel lebih banyak," kata Kapolres Brebes AKB Lutfhie Sulistiawan, Senin 12 Juni 2017.

Sedangkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Barat meminta pengelola ataupun pemilik kios pasar tradisional di sepanjang jalur pemudik agar membatasi jam operasional.

Kepala Seksi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dishub Bandung Barat Didit Lidya mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas perdagangan agar pedagang membatasi jam operasional sehingga tidak menghambat jalur pemudik.

"Untuk titik rawan kemacetan di pasar tumpah, kami akan membatasi jam operasionalnya terutama di jalan-jalan utama seperti Rajamandala, Tagog Padalarang, Pasar Padalarang, dan Pasar Panorama Lembang," ujar Didit.

Pihaknya akan bekerja sama dengan kepolisian supaya menindak pedagang agar keberadaan mereka tidak mengganggu pemudik. Untuk mendukung langkah tersebut, Dishub Bandung Barat akan menurunkan 168 personel.

"Kami juga menempatkan kamera pemantau di 13 titik daerah rawan kemacetan. Bila dalam pantauan CCTV terlihat ketersendatan, petugas langsung turun mengurainya," jelas Didit.

Peran Kepala Pasar

Di sisi lain, peran kepala pasar mengatasi persoalan klasik kemacetan di jalur mudik terbilang vital. Terlebih sejumlah pasar di Banyumas, Jateng, misalnya, diperkirakan menjadi titik kemacetan.

Meski tidak sampai meluber ke jalan, tingginya aktivitas di pasar serta perparkiran tetap menjadi masalah karena memicu kepadatan.

Di Banyumas, pasar-pasar yang rawan menimbulkan kemacetan di antaranya Pasar Banyumas, Pasar Wijahan di Kemranjen, Pasar Sokaraja, Pasar Karanglewas, Pasar Jatilawang, Pasar Ajibarang, dan Pasar Patikraja.

Itu sebabnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan Banyumas meminta kepala pasar untuk ikut serta mengatur pasar sehingga tidak menimbulkan kemacetan.

"Kami minta mereka ikut mengatur pedagang agar tidak sampai meluber ke jalan. Oleh karena itu, perlu ada semacam pembatas sehingga lalu lintas jalan, terutama di jalur mudik tidak terganggu," ujar Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Banyumas Rojingun.

Kepala Bidang Prasarana Lalu Lintas Dinas Perhubungan Banyumas Achmad Riyanto menyatakan pihaknya menyiapkan sejumlah peralatan yang tidak permanen, seperti pembatas jalan, barikade, dan traffic cone.

Di Sumatra Barat, destinasi wisata dan pasar juga menjadi 12 titik macet di sana, seperti yang bakal terjadi di Pasar Koto Baru, Kabupaten Tanah Datar.

Wilayahnya sangat strategis karena berada di jalan lintas yang menghubungkan Kota Padang, Bukittinggi, Pekanbaru, dan Medan (lintas tengah Sumatra).

Kepala Dishub Sumbar Amran mengatakan, untuk kawasan (jalur) utara, titik kemacetan hampir sama dengan tahun-tahun lalu, seperti Pasar Lubuk Alung, Pasar Sicincin, objek wisata Lembah Anai, RM Pak Datuak, Sate Mak Syukur, lanjut ke Pasar Koto Baru, Pasar Padang Luar, Pasar Baso, hingga Simpang Piladang. (Media Indonesia)


(TRK)